Jumat, 25 Desember 2009

IKALOGI BUKAN ORGANISASI PAPAN NAMA

Anggapan bahwa ikalogi sebagai organisasi papan nama ternyata tidak beralasan, buktinya ikalogi dibawah komando dr Anantasika SpOG(K) telah melakukan tindakan nyata. Tanggal 12 desember 2009 sebagian besar personil ikalogi ikut kegiatan bakti sosial ke panti werdha, panti asuhan darmajati, YPAC Nusa Dua. Donatur kegiatan adalah seluruh anggota ikalogi, beras, pakaian bekas, gula, buku, dll terkumpul sebagai wujud solidaritas anggota ikalogi kepada warga yang memiliki kekurangan. acara 3 tahunan yang dikemas sebagai apresiasi dari solidaritas sesama anggota baik berupa saling berbagi ilmu, bertukar pikiran, atau istilah kerennya bertemu wirasa.
Tanggal 18 desember2009 merupakan momen bersejarah bagi anggota ikalogi, karena saat itu AD/ART di revisi dan secara aklamasi mendukung residen menjadi anggota muda ikalogi, logo ikalogi disetujui dan diresmikan sebagai logo resmi ikalogi. sebelum pertemuan /rapat anggota di tutup dilakukan pemilihan ketua ikalogi baru, dan menetapkan ketua baru dr Doster mahayasa SpOG(K),acara pemilihan cukup seru oleh karena ketua incumbent dr AAN Anantasika SpOG diawal pemilihan memimpin dengan perolehan tertinggi menyingkirkan dr doster dan dr IB Semadi Putra, spog namun saat melaju ke dua besar dr anantasika spog kalah 1 suara dari dr doster. namun apapun hasilnya inilah pemilihan yang paling demokratis.
Terakhir sebagai pribadi saya ucapkan selamat tahun baru 2010 semoga tahun 2010 adalah tahun sukses bagi kita utamanya anggota ikalogi.

semoga.........
I Nyoman Rudi Susantha

Jumat, 29 Mei 2009

info ikalogi


sahabat ikalogi, rasanya miris bila mendengar organisasi kita sebagai organisasi papan nama, artinya hanya papan saja yg terpampang tanpa kegiatan nyata. nah....sekarang sejawat anggota ikalogi nggak perlu risau, karena ikalogi yang kita cintai akan menyelenggarakan acara PIT ikalogi mulai tanggal18 s/d 20 desember 2009 acara ini akan dirangkai dengan PKB yang sedianya diselenggaran bagian kebidanan dan kandungan FK UNUD/ rs sanglah Denpasar, tgl 17 desember 2009. acara ini berlangsung dengan motto: DARI,OLEH, UNTUK anggota ikalogi. harapan yg ingin dicapai adalah semua anggota akan memiliki militansi....terhadap almamaternya..... andaa merasa menjadi bagian dari ikalogi...????segera daftar/ minta info. anda masih penasaran.....????datang ke bagian obgin(mbok tut ariasih)/ melalui telp. sejawat bisa berpartisipasi aktif saat acara nanti, mau bawain makalah, mau bawain hasil penelitian, ato mau bawain pengalaman seputar tempat tugas. anggaplah info ini sebagai pemberitahuan pendahuluan.

Selasa, 24 Maret 2009

RENUNGAN GALUNGAN, NYEPI, KUNINGAN


Tahun ini adalah tahun penuh berkah, betapa tidak....dalam setahun ini acara baik lokal maupun nasional terangkai dalam satu langkah. Terutama di bali, nuansa keragaman sangat terasa belum selesai umat hindu merayakan hari raya galungan disela galungan dan kuningan datang hari raya nyepi yang merupakan rangkaian umat hindu menyambut tahun baru saka 1931, dua hari raya dengan nuansa yang berbeda. galungan merupakan kemenangan dharma melawan adharma yang namanya upacara kemenangan jelas tampak suasana meriah pada saat pelaksanaannya. sementara pada saat hari raya nyepi umat hindu melaksanakan tapa brata penyepian yang ditandai dgn amati gni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan( suasana sangat sepi......). di harapkan umat hindu mampu mengendalikan diri dari cobaan dan godaan yang datang dari dalam maupun dari luar diri kita. Berselang beberapa hari pemilu yang merupakan momentum bersejarah dalam gerak langkah bangsa ini 5 tahun ke depan dimana pelaksanaannya bertepatan dgn acara panca bali krama di pura besakih. pada saat ini umat hindu dituntut menjalankan dharma agama dan dharma negara. Tapi apapun namanya yang terpenting dalam kehidupan ini adalah bagaimana kita menyelaraskan hidup ini, kehidupan beragama jalan, sedangkan kewajiban kita sebagai anak bangsa tetap juga terlaksana. semoga kebaikan datang dari segala penjuru.
SELAMAT MERAYAKAN GALUNGAN, NYEPI, DAN KUNINGAN
UNTUK SEMUA SEJAWAT YANG MERAYAKANNYA


salam

INyoman Rudi Susantha

Sabtu, 07 Maret 2009

SOCRATES SARINGAN 3 KALI


Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi.
Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, “Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?”
“Tunggu sebentar,” jawab Socrates. “Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil.
Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali.”
“Saringan tiga kali?” tanya pria tersebut. “Betul,” lanjut Socrates.
“Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.
Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah benar?” “Tidak,” kat a pria tersebut,”sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda”. “Baiklah,” kata Socrates. ” Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.”
Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu :KEBAIKAN Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?” “Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk”. “Jadi,” lanjut Socrates, “anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar.
Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya,yaitu: KEGUNAAN
Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya?” “Tidak, sungguh tidak,” jawab pria tersebut. “Kalau begitu,” simpul Socrates,” jika apa yang anda ingin beritahukan kepada saya… tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?”
Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak bersalah, dan kata- kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.
Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.

salam
nyoman rudi susantha

Jumat, 27 Februari 2009

RENUNGAN HIPPOCRATES

Ilmu kedokteran adalah ilmu yang paling mulia dan hanya orang orang yang sanggup menjunjung tinggi kehormatan diri dan profesinya yang seharusnya layak menjadi dokter.
=doster=

Minggu, 15 Februari 2009

Main golf yuk..........


yang namanya hobby kadang tidak memikirkan mahal atau murah. lihat saja hobby teman kita yang satu ini, beliau rela mengeluarkan banyak uang untuk memasukkan bola ke lubang. inilah keseimbangan hidup, orang bijak pernah berkata "lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan". memang hobby yang satu ini tidak semua orang mampu melakoninya. jadi untuk dapat melakoni hobby ini syaratnya1. suka memasukkan sesuatu ke lubang,2. punya banyak uang. kalo syarat no 1 semua bisa tapi syarat no 2 harus berkantong tebal. ha...ha...

selamat menjalankan hobby dok......semoga sehat selalu

nyoman rudi

Minggu, 01 Februari 2009

ACARA PRA KOGI


Setelah setahun berlalu akhirnya POGI cabang denpasar menggelar acara pra KOGI 2009 yang berlangsung di hotel Bali Handara bedugul, bali tgl 31 januari2009 s/d 1 pebruari 2009. pada pertemuan tersebut ada beberapa masalah yang di bahas al: mekanisme perpanjangan STR, P2KB POGI yang disampaikan oleh Prof. dr. Herman Susanto, SpOG(K) yang di pandu prof SW. pelepasan dr sudira spog, dr kadek sugiharta spog, dr H M ilyas angsar spog, serta perkenalan anggota baru ikalogi al: dr budi maryanto spog,dr putra darmawan spog(tanjung), dr puspa spog, dr ariani spog, dr arya budiasa spog. ternyata dari 5 spog yang baru lulus ada 10 lagi junior baru yang diperkenalkan pada kesempatan itu. selamat istirahat guru-guru saya (menurut prof SW beliau akan dibenargunakan lagi), selamat buat spog baru semoga sukses dalam perjuangan yang baru, selamat berjuang adik-adik residen junior rajin belajar moga sukses.acara di tutup dengan pembacaan ikrar ikalogi, tari joged cowok, spontanitas nyanyi bareng yang di kawal oleh musisi bali pak dewa dari pank kwala band.
(foto-foto lain acara pra KOGI lihat di beranda sebelah)

selamat ya .........!!!!

I Nyoman Rudi Susantha

Rabu, 14 Januari 2009

Undangan

Sejawat dr N Nuada SpOG mengharapkan kehadiran sejawat pada peresmian klinik bersalinnya pada :
Hari/tgl : Sabtu 17 Januari 2009
Tempat : Jl Cempaka Hijau 8, By Pass Kediri-Pesiapan. Tabanan.
Waktu : Pk 10.00 - selesai.
Segenap pengurus Ikalogi mengucapkan selamat kepada dr.Nyoman Nuada SpOG dan keluarga. Semoga sukses selalu.

Selasa, 30 Desember 2008

RENUNGAN MENYAMBUT TAHUN 2009

Berbicara memang mudah, sama mudahnya dengan memberi contoh. Tapi yang sulit adalah bekerja sesuai dengan apa yang dibicarakan, sama sulitnya untuk menjadi contoh (panutan). Marilah berkarya dengan ikhlas, laksana matahari yang tak pernah berharap imbalan dari bumi sama ikhlasnya seperti bumi yang setia berputar mengelilingi matahari.

Kita semua tentu bangga bila anggota IKALOGI ada yg berprestasi, ada yang sukses secara materi. Tetapi yang paling membanggakan adalah bila banyak anggota kita dihargai oleh masyarakat karena ketulusannya mengabdikan profesinya berdasarkan kaidah kaidah etik dan moral yang senantiasa mengedepankan nurani.

Dimanapun sejawat bertugas, segenap pengurus mengucapkan Selamat Tahun Baru 2009, semoga sehat selalu bersama keluarga tercinta.

Rabu, 24 Desember 2008

UCAPAN NATAL DAN TAHUN BARU


the year has almost gone, but made us strong
the path was long, but we've walked with songs
there were fears and tears, but we had reasons for cheers!
happy new year 2009

hidup hanya sebentar
sebentar senang
sebentar sedih
sebentar bokek
sebentar banyak duit
sebentar nangis
sebentar ketawa
Eh, sebentar lagi ganti tahun
Met tahun baru ya

merry christmas and happy new year 2009

buka hati dapat cinta
buka tangan dapat persahabatan
buka mata dapat pemandangan
buka handphone dapat pesan
buka pesan dapat ucapan
selamat tahun baru 2009

selamat natal dan tahun baru 2009 ya

let sun bring you hope
let stars bring you rightness
let love bring you happiness
let my message bring you the dream come true
happy new year 2009
wish you all the best

hari berganti
bulan berganti
tahun pun berganti
tahun baru harapan baru
tetap semangat

masa lalu adalah kenangan
hari ini adalah goresan
hari esok adalah harapan
selamat tahun baru 2009
selamat tinggal kenangan
selamat datang harapan


binatang lompat itu kangguru
si dada besar julia perez
saya ucapkan selamat tahun baru
teriring doa semoga selalu sukses

wishing you a happy new year!

tetttt tetttt tettttt...
terompet berbunyi
menandakan akhir tahun ini
selamat datang tahun baru...

Let us face the new bright day with grateful heart and optimistic spirit, happy new year 2009.

salam saya

I Nyoman Rudi Susantha

Senin, 15 Desember 2008

info anggota ikalogi


Temen-temen saya mencoba mendata anggota ikalogi(lihat disamping kanan). kalo ada info dari sejawat tentang anggota yang belum masuk tolong di tambahin ya...! kalo bisa tolong lengkapi tentang data RS sejawat, biar mudah komunikasi, no hp juga boleh di tambahin. suksma.




salam

Nyoman Rudi

Minggu, 07 Desember 2008

Pendidikan OBGIN di Era Kapitalisme


Dunia pendidikan adalah dunia yang penuh dengan pergolakan pemikiran. Dan penuh dengan interaksi konsep,keyakinan, perasaan dan realitas.

Munculnya kekhawatiran akan gelombang besar kapitalisme, materialisme dan hedonisme akan dapat berpengaruh lebih menakutkan terhadap kemungkinan dekadensi nilai dan motivasi dan arah pendidikan OBGIN.


Ikuti diskusi tentang "Pendidikan OBGIN di era Kapitalisme"

di : Obstetrics Gynecology Education Forum



Kamis, 04 Desember 2008

KEMANA TEMAN IKALOGIKU????


ketika komunitas hindu bali sibuk mencari tahu kawitan guna menemukan jatidiri, di ranah politik orang juga mulai memilih partai sesuai partai kejayaan masa lalu, pemerintah mulai menguak takbir sejarah masa lalu, perantau mulai pulang kampung halaman kenapa semua terjadi????? hanya satu jawaban....! kerinduan akan masa lalu dimana ia di besarkan, kerinduan akan persahabatan yang pernah terbina erat, kerinduan akan kejayaan yang pernah di raih pada masa lalu, pertanyaan kemudian muncul, apa hubungannya dengan ikalogi? sebenarnya alumni obgin udayana tidak perlu susah payah mencari tempat yang kita maksud di atas, kita punya wadah ikalogi...kita punya blog ikalogi tempat kita menumpahkan semua pengalaman, ilmu, unek-unek, curhat, dll, namun kita ngak pernah memakai media ini untuk bertukar pikiran....setiap buka blog yang mengisi cuma dr hariyasa, dr doster, yang lain pada kemana....?tidakkah kalian rindu kayak warga hindu yang mencari kawitan???saya yakin semua pasti sibuk...tapi demi besarnya organisasi kita mari kita ramai-ramai kunjungi blog ini , bukan hanya berkunjung tapi juga ikut mengisi, menuangkan ide, gagasan inovatif. ada kesulitan untuk ikut aktif??? hubungi dr hariyasa sanjaya, dr doster, atau dr rudi susantha. menyitir pernyataan dr hys kita tidak ingin ikalogi hanya sebagai organisasi papan nama, anggota kita udah ratusan, kita ingin ikalogi berkiprah tidak saja pada saat acara KOGI atau PIT saja, tapi di setiap lini yang nantinya akan membesarkan ikalogi.

salam
INyoman Rudi Susantha

Selasa, 02 Desember 2008

Jangan hanya sekedar papan nama


Berorganisasi untuk kumpulan orang-orang sibuk seperti alumni IKALOGI merupakan suatu yang sangatlah sulit. Ciri orang berorganisasi adalah "berkumpul" memiliki visi dan misi yang sama, memiliki latar belakang dan alasan yang sama, dan memiliki serangkaian cara dan strategi untuk mencapai visi dan misi tersebut. And "do the actions".
Komunitas IKALOGI sekarang mendekati angka 100 orang. Jumlah yang sangat besar untuk mampu berbuat sesuatu.
Jika dahulu Fidel Castro dengan 24 orang anak-anak muda menyeberangi Teluk Babi, berangkat dari pantai Florida menuju Kuba dengan beberapa perahu karet, dan memenangkan revolusi Kuba,menumbangkan rezim Fulgencio Batista. Hanya 25 orang, salah satunya adalah dokter Ernestho-CHE-Guevara (dokter kelahiran Argentina, sahabat karib Castro). Dua puluh lima orang mampu memenangkan revolusi rakyat di Kuba.
Seperti banyak organisasi sejenis ikatan alumni memang banyak yang mati segan hidup tak mau. Atau berada pada end stage or near to death. Namun ada juga beberapa ikatan alumni yang eksis dan berprestasi dan mengambil peran penting dan strategis, seperti Ikatan Alumni UI, IKA ITB dan beberapa yang lainnya.
Apa yang mungkin bisa kita lakukan dengan IKALOGI? Ada tugas utama yaitu mengkoordinasikan semua alumni untuk menurunkan angka kematian ibu, angka kematian perinatal, meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi wanita.
Mungkin kita memang terlalu sibuk dan sangat sibuk. Sehingga tidak ada lagi waktu untuk mengencangkan jaring organisasi yang bernama IKALOGI.
Keberadaan blog IKALOGI ini memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi dan memulai mengencangkan spiderweb antar anggota.
Perlu upaya sosialisasi dan sedikit kepedulian semua insan IKALOGI.
Semoga IKALOGI tidak hanya sekedar papan nama yang akan lapuk dan hanyut di bawa arus sang waktu.

Salam

Hariyasa Sanjaya

Kamis, 13 November 2008

WORKSHOP ULTRASOUND UPDATE


Meet The Expert Dr.Anandakumar Chinnaiya
Maternal Fetal Medicine Division Departmentof Obstetric & Gynecology UdayanaUniversity and Dr. Anandakumar Chinnaiyainvite you to register to attend a 2 day educationalprogram directed at ObstetricianGynaecologists, Sonographers, Radiologists,Registrars and General Practitioners at alllevels of training.This workshop will provide attendees theopportunity to learn, review and update theirclinical and technical skills in Obstetric/Gynaecological ultrasound.Key focus points of the meeting include:1. First Trimester Scan2. Anatomical Fetal Surveilance3. Fetal echocardiography4. Interventional procedures at Obstetrics5. 3D imaging in O&GThis workshop accredited by IDI (8 SKP)
Venue :Obgyn Meeting RoomSanglah HospitalJalan Diponegoro No. 1DenpasarDate :December, 20th-21st, 2008Registration Fee :•Specialist :Rp 500.000,-•Registrar :Rp 300.000,-•GP :Rp 200.000,- . DIKUTIP DARI HARIYASASANJAYA.BLOGSPOT.COM(NYOMANRUDI)

Selasa, 07 Oktober 2008

UCAPAN IDUL FITRI DAN UCAPAN BELA SUNGKAWA


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI buat anggota ikalogi yang merayakannya,

dan turut berduka cita atas berpulangnya: DR.dr komang Gunung, MPH (dosen, sekaligus ayahnda dr Primawati SpOG), dan ibu mertua dr AAN Anantasika, SpOG(K) yang akan di pelebon tgl 10 okt 2008. semoga arwah beliau mendapat tempat di sisiNYA. INyoman Rudi Susantha

Minggu, 05 Oktober 2008

Pendampingan saat seksio sesarea

Bagaimana pendapat sejawat tentang pendampingan suami saat seksio sesarea di OK?

Mohon pendapat sejawat
Suksma
Salam
Hariyasa Sanjaya

Kamis, 28 Agustus 2008



MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN DAN KUNINGAN
KEPADA SEJAWAT POGI YANG MERAYAKANNYA


SEMOGA KEBAIKAN DATANG DARI SEGALA PENJURU
I NYOMAN RUDI SUSANTHA

RENUNGAN MEMAKNAI HARI GALUNGAN DAN KUNINGAN

dalam rangka galungan dan kuningan edisi bulan ini saya kutipkan artikel hindu: jumlah kuda dan arti sugihan bali, makna galungan dan kuningan, artikel pak gede prama dan 5 macam yadnya dalam hindu
I Nyoman Rudi Susantha
selamat membaca semoga ada hikmahnya
Jumlah Kuda dan Arti Sugihan Bali
Sebagaimana disuratkan di dalam kitab suci Bhagawadgita, I.14 cukup jelas dinyatakan bahwa: “Kemudian setelah berdiri di atas kereta megah yang ditarik oleh dua ekor kuda putih, Krishna dan Arjuna meniup terompet dewata meraka”.Mengacu pada bunyi sloka ini sudah pasti jumlah kuda yang menarik kereta yang dinaiki oleh Arjuna dengan sais utama Sri Kreshna berjumlah dua ekor kuda putih. Tetapi dalam media lain di luar transkripsi Bhagawadgita seperti dalam gambar-gambar atau lukisan lepas terutama yang bersumber dari tanah India umumnya kereta yang ditumpangi Arjuna menjelang pecahnya perang keluarga Bharata digambarkan ditarik oleh empat ekor kuda putih.Berpijak pada pemahaman filosofis tentang jumlah kuda tidaklah begitu penting. Yang paling penting justru keberadaan kuda itu sendiri dengan tidak perlu lagi menyebutkan jumlahnya. Penggunaan kereta lengkap mulai dari kusir sampai kudanya mengandung makna filosofis yang teramat dalam. Perinciannya: kereta adalah lambang manusia, pemilik adalah lambang atma, kusir adalah lambang budhi (kebijaksanaan), tali kekang lambang pikiran dan kuda lambang indria.Pendeknya, kereta lengkap itu menggambarkan hakikat manusia itu sendiri. Soal kereta itu mau dibawa kemana, dengan cara apa, atau kapan kuda itu hendak dilarikan dengan kencang atau pelan kesemuanya terpulang pada sang pemilik yang dengan kelengkapan badan, pikiran dan budhi bisa mengarahkan kereta menuju tujuan sejati. Jadi soal jumlah kuda dalam pengertian filosofis mungkin tidak begitu penting. Sebab berapa pun jumlahnya, tetapi faktor kuda sebagai lambang indria yang perlu dikendalikan itu yang agaknya lebih penting. Lebih-lebih kalau dikaitkan dengan kebebasan seniman dalam menggambarkan/melukiskan atau memahatkan maka bisa saja jumlah kuda menjadi sangat bervariasi.Lalu soal Sugihan Jawa dan Sugihan Bali seperti pernah diungkap, maknanya adalah sebagai penyucian Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit atau alam semesta dan diri kita masing-masing dalam rangka menyongsong hari suci Galungan sehingga dharma benar-benar dapat ditegakkan di atas adharma. Terakhir mengenai tujuan penggunaan “lis” tidak lain sebagai sarana/upakara pembersihan atau penyucian sehingga segala noda atau mala sirna adanya.
GALUNGAN DAN KUNINGAN
Mungkin karena agama Hindu memberi kebebasan umatnya untuk menafsirkan ajaran-ajaran-Nya yang penuh dengan rahasia sekaligus kaya dengan istilah-istilah berkulit, maka sering kali membuat tafsiran yang tidak jarang keliru. Meski ada pula yang terkadang cocok walau belum tentu benar. Dari segi makna Galungan dan Kuningan, bahwa rerainan gumi itu bertujuan untuk memperoleh galang (terang) dan ning (keheningan) adalah cocok. Hanya jika dikatakan istilah Galungan dan Kuningan berasal dari kata “galang” dang “ning” tidaklah benar. Dalam konteks bahasa Bali, penafsiran demikian sering disebut “arti aud-audan” cocok meski tidak tepat.Sebenarnya kata Galungan itu merupakan istilah tersendiri yang berarti “berperang”. Sedangkan Kuningan, di ambil dari nama wuku. Kalau filosofi Galungan sudah jelas bahwa hari Piodalan Jagat itu merupakan hari kemenangan dharma setelah berperang melawan adharma selama hayat masih dikandung badan. Sedangkan secara ritual, sudah dimulai sejak tiga hari berturut-turut sebelum Galungan. Mulai Redite Pahing Dungulan, Soma Pon Dungulan sampai Anggara Wage Dungulan mulai turun menyerang (menggoda) Sang Kala Tiga : Sang Butha Galungan, Sang Bhuta Dungulan dan Sang Bhuta Amangkurat.Puncak peperangan sekaligus merupakan hari kemenangan dharma melawan adharma dalam wujud Sanga Kala Tiga itu adalah pada hari Buda Kliwon Wuku Dungulan. Pada hari itu segenap umat Hindu mengahaturkan “mahasuksmaning idep” atas Asung Kertha Waranugraha Hyang Widhi yang telah memberikan bimbingan atau tuntunan guna mencapai kemenangan dharma. Sebuah kemenangan yang sesungguhnya tidak bersifat fisik, melainkan lebih mengarah pada rohani, mental, moral dan spiritual. Dari kehidupan “gelap”nya selama ini kita jalani, dengan penghayatan tinggi terhadap Galungan untuk seterusnya mengikuti jalan lurus dan terang, berdasarkan ajaran dharma. Di dalam lontar Sundarigama disebutkan “Bu, Ka, Galungan, nga, patitis ikangajnana sandi, galang apadang, marya kena sarwa byaparaning idep”. Artinya : Buda Kliwon Galungan adalah yang mengarahkan bersatunya pikiran agar menjadi terang dan berkesadaran tinggi, untuk melenyapkan penyebab kekacauan pikiran.
addthis_pub = 'citakbagus';

ARTIKEL PAK GEDE PRAMA dalam:
Keberuntungan yang Paling Menguntungkan
kalau keberuntungan tidak lagi berlawankan kerugian, keberuntungan bias diraih dengan mudah hanya dengan mengatakan, ya, pada kehidupan. Bukankah ini bentuk keberuntungan abadi yang paling menguntungkan “Mengelola keberuntungan, itulah sebagian gambar-gambar kehidupan yang banyak dilukis dalam kekinian. Larisnya buku, majalah, acara televisi sekaligus radio yang membahas feng shui, tidak kecilnya honor konsultan feng shui, dan bahkan ada yang mengatakan kalau sebagian di antara mereka yang memiliki daftar panjang antrean klien, merebaknya demikian banyak sekolah bisnis dari Amerika, Eropa sampai dengan Asia yang berujung pada satu hal: membuat perusahan beruntung. Di Prancis (sebuah Negara di mana sejumblah pengetahuan berbasiskan rasionalitas dari dulu banyak lahir) bahkan pernah ditemukan data yang mengjutkan: peramal keberuntungan di pinggir jalan termasuk dalam kelompok penyetor pajak yang menentukan.Digabung menjadi satu, keberuntungan adalah salah satu cabang kehidupan yang menguras tidak sedikit energi hidup. Ini sama dengan cerita Nasruddin yang juga termasuk salah seorang dari kelompok pemulung keberuntungan. Di suatu waktu, Nasruddin berjalan-jalan bersama istrinya. Sebagaimana biasa, begitu melihat wanita cantik, ia pun melirik. Sadar akan hal ini, istri Nasruddin protes, “itulah kerugian laki-laki, selalu merasa wanita lain lebih cantik dan istrinya.” Merasa dirinya terpojok, Nasruddin tidak mau kalah , “malah terbalik, di situlah latak keberuntungan laki-laki. Selalu sadar akan perlunya mengagumi keindahan. Bukankah keindahan adalah bahasa Tuhan?”Entahlah, yang jelas demikianlah manusia di zaman ini dipermainkan oleh pikirannya. Cirinya sederhana, selalu mencari-cari alasan agar keinginan, hawa nafsu, dan perbuatan memperoleh kebenaran. Dan lebih hebat lagi, tatkala alasan-alasan ini ketemu, ada yang meng-claim diri obyektif, alias bebas dari kepentingan serta vasted interest, hasilnya mudah di tebak: keberuntungan bersifat datang dan pergi. Apa pun (termasuk keberuntungan) hasil produksi pikiran senantiasa bersifat datang dan pergi. Kebahagiaan di usir kesedihan, kesedihan lalu di usir kebahagiaan. Keberuntunagn digantikan kesialan, kesialan lalu diganti keberuntungan. Kekayaan ditakut-takuti kemiskinan, dan kemiskinan pun bisa diusir kekayaan.Ia semacam perlombaan hidup yang tidak mengenal kata henti. Berganti, berganti dan terus berganti. Tidak sedikit yang sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Kemudian dikunjungi stress dan sakit-sakitan. Seorang sahabat bahkan ada yang berbisik , “dimana-mana occupancy rate (tingkat hunian) rumah sakit gila melebihi seratus persen.” Sadar akan resiko hidup yang berkejaran seperti ini, bisa memaklumi kalau ada pencinta kejernihan yang menentukan mantra sederhana: “ini pun akan berlalu.” Apa dan siapa saja yang datang, selalu disambut dengan mulut yang bergumam dengan matra ini pun akan berlalu.Indahnya, siapa saja yang rajin bergumam dalam tentang mantra ini pun akan berlalu, mudah sekali memasuki wilayah-wilayah bushido. Seperti bunga di taman. Ia tumbuh, mekar, layu, gugur ke atas tanah dan tumbuh lagi. Dalam cahaya-cahaya bushido seperti ini, tentu mudah dipahami kalau Steve Nobel dalam Freeing the Spirit pernah mengutip sebagian Tao Te Ching: “When opposites no longer damage one another, both are benefited through the attainment of Tao”. Tatkala semua dualitas (benar-salah, baik-buruk, sukses-gagal) berhenti tarik-menarik, keduanya bermanfaat dalam mencapai kebenaran.Entah ada sahabat yang menelusuri jalan-jalan bushido seperti ini atau tidak. Yang jelas, banyak pejalan kaki di jalan-jalan ini sering bertutur kalau kemanapun mata menoleh yang tersisa hanya satu: keindahan. Bukan karena sedang berlibur ke Bali atau ke Swiss. Bukan juga karena baru saja memenangkan lotere miliaran rupiah. Bukan juga karena baru mendapatkan pacar baru. Melainkan sudah berpelukan rapi dengan hidup dan kehidupan. Tidak ada penolakan atau pemaksaan disana. Tidak ada dorongan-dorongan disana. Yang tersisa hanya satu: seni berkata, “ya” pada kehidupan. Ini mirip dengan apa yang ditulis Pema Chodron dalam The Wisdom of No Escape: “Hell is just resintance to life.” Neraka hanya muncul ketika terjadi penolakan terhadap kehidupan. Diluar penolakan pada hidup, neraka menghilang entah kemana.Bedanya dengan pengertian banyak orang yang mempertentangkan neraka dengan surga, dalam seni hidup yang hanya mengenal kata, ya, tidak ada lagi hal yang layak dipertentangkan atau diperlawankan. Yang ada hanya mulut yang bergumam dalam, “ini pun akan berlalu!” ada yang menyebut hidup seperti ini dengan pasrah tidak bergairah. Ada juga yang menyebutnya sebagai awal bersinarnya cahaya-cahaya kesucian di sana sini. Entahlah, yang jelas ada yang bertanya, “kalau keberuntungan tidak lagi berlawankan kerugian, keberuntungan bisa diraih dengan mudah hanya dengan mengatakan, “ya” pada kehidupan. Bukankah ini bentuk keberuntungan abadi yang paling menguntungkan?”Tentu saja kembali siapa anda. Bila anda seorang accountant yang lagi bersemangat mencari uang, tentu jawabannya lebih dekat ke negative. Bila anda adalah seorang pencari kedamaian, bisa jadi pisitif jawabannya. Kalau anda seorang spiritual traveller yang sudah berjalan jauh, anda tidak memerlukan baik jawaban maupun pertanyaan. Bahkan judul hening pun tidak perlu lagi.
addthis_pub = 'citakbagus';

renungan hindu

Berbicara tentang cara melaksanakan yadnya, sebenarnyaah ada lima cara melakukan secara garis besarnya, yaitu :1. Drwya Yadnya, artinya beryadnya dengan persembahan benda atau materi baik diwujudkan dalam bentuk banten, dana punia dan yang lainnya. Yadnya yang satu ini dalam kenyataannya dipandang sebagai sutu-satunya cara beryadnya sebagaimana diuraikan diatas.2. Tapa Yadnya, lebih bersifat individual. Karena dalam pelaksanaanya lebih menekankan usaha seseorang untuk melatih diri guna membangunkan sikap pengendalian diri yang pada akhirnya bertujuan untuk mempersatukan kembali Atma dengan Brahma. Caranya dengan selalu membersih sucikan diri (angeseng malaning sarira), mengatasi suka duka kehidupan, menjauhkan segala macam godaan, mengendalikan nafsu, menenangkan pikiran yang kesemuanya diarahkan menuju persatuan dengan-Nya.3. Yoga Yadnya, juga bersifat individual karena berisi usaha dari seseorang untuk menghubungkan atau menyatukan diri dengan Hyang Widhi. Cara yadnya ini memerlukan latihan dan disiplin yang tinggi yaitu dengan menjalankan atau memperaktekkan ajaran yoga sesuai aturan baik Sadangga yoga maupun Astangga yoga.4. Swadhyaya Yoga, merupakan bentuk yadnya dengan cara mengorbankan diri demi kepentingan yang lebih besar, mulia atau utama. Cara yadnya begini relative lebih mudah dari pada cara no. 3 dan 4. sebab dengan melakukan Suci Laksana setiap hari, bertrisandhya tiga kali sehari sudah termasuk Swadhyaya Yadnya.5. Jnana Yadnya, yaitu bentuk yadnya yang berupa persembahan ilmu pengetahuan baik yang bersifat duniawi maupun rohani. Pengamalannya tidak begitu sulit karena hanya dengan mempersembahkan pengetahuan yang dimiliki untuk kesejahteraan dan kebahagiaan oran lain sudah merupakan yadnya juga.